Berita Bisnis Cargo
Tips Melalukan Ekspor Untuk Pemula

Tips Melalukan Ekspor Untuk Pemula

jasaimportmurah.com – Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ekspor, apa yang kita pikirkan ketika mendengar kata ekspor? Ekspor sering dikaitkan sebagai aktivitas pemasaran dalam bisnis dengan tahapan yang sulit. Jika ditanya pelaku usaha tentang ekspor, umumnya sebagian besar akan menjawab mahalnya biaya, pandangan (pola pikir) bahwa berurusan dengan bea cukai itu sulit, dan yang klasik adalah ekspor harus dalam jumlah besar atau dalam satu wadah.

Dalam Permendag Nomor 13 Tahun 2012 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor dijelaskan bahwa Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Jadi, meskipun produk yang Anda kirim hanya dalam skala kecil dan asalkan semua dalam urutan transaksinya. Maka sah dan ketentuan yang berlaku bahwa Anda telah melakukan kegiatan ekspor.

Banyak juga yang menilai bahwa usaha skala UKM identik dengan usaha kecil dan masih belum layak untuk diekspor. Padahal, UKM yang sering dianggap kecil ini punya peran besar dalam perekonomian Indonesia. Namun untuk dapat mengekspor, UMKM perlu memiliki legalitas dan badan usaha. Ada tiga tips untuk memulai aktifitas ekspor untuk pemula yang dijelaskan dibawah ini.

1. Menyiapkan dokumen legalitas usaha untuk ekspor

Ada empat persyaratan dokumen legalitas bagi eksportir:

• SIUP (Surat Izin Perdagangan)

• TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

• NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

• NIK (Nomor Identitas Kepabean)

Kecuali NPWP, beberapa daerah telah menerapkan sistem online untuk ketiga dokumen di atas, dengan syarat berkas dan persyaratan yang diminta lengkap. Tips untuk mempermudah proses export yaitu semua informasi harus sejajar, baik dari nama perusahaan, alamat perusahaan, dll karena terkadang prosesnya memakan waktu karena beberapa data dokumen tidak searah satu sama lain.

Jika Anda tidak memiliki NIK, Anda tidak perlu khawatir karena Anda dapat menggunakan layanan undername, yaitu meminjam bendera perusahaan lain yang telah memiliki NIK. Baik eksportir yang sudah memiliki NIK sendiri atau menggunakan undername tidak akan berurusan langsung dengan bea cukai. Hal ini dikarenakan bea masuk merupakan tugas pengangkut yaitu jasa yang akan digunakan eksportir pada saat mengirimkan barang melalui laut atau udara.

2. Menyiapkan dokumen ekspor

• Dokumen ekspor utama : Invoice, Packing list dan Bill of lading.

• Dokumen tambahan : Certificate of origin, Certificate of analysis, Certificate of Phytosanitary dan Dokumen tambahan lainnya

• Dokumen yang diperlukan sebelum ekspor : Shipping Instruction dan PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)

Relatif sulit atau mudahnya mengekspor tergantung dari persyaratan yang perlu disiapkan, seperti legalitas dan dokumen ekspor. Banyaknya dokumen ekspor yang dibutuhkan tergantung dari produk atau komoditas yang akan diekspor, tata cara di negara tujuan, dan permintaan dari pembeli yang tentunya terkait dengan perusahaan.

3. Memanfaatkan fasilitas ekspor yang disediakan oleh pemerintah dan berbagai instansi lainnya

Informasi dapat dicari di website http://djpen.kemendag.go.id/ Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) – Kementerian Perdagangan yang memiliki perwakilan perdagangan yaitu Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) tersebar di lima benua. Melalui itu semua Anda dapat meminta atau melihat pertanyaan dari perusahaan asing untuk produk, ringkasan pasar dan intelijen pasar untuk suatu produk.

Masih dalam kementerian yang sama melalui Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (Ditjen PPI) terdapat sebuah lembaga bernama FTA Center (Free Trade Agreement) yang memiliki tiga tenaga ahli yaitu prosedur ekspor, promosi dan pemasaran, serta pelaksanaan perjanjian perdagangan. FTA Center sendiri saat ini berpusat di Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Makassar. UMKM dari Indonesia Bagian Barat, Tengah dan Timur dapat menyesuaikan sesuai dengan wilayah geografis terdekat.

Manfaatkan juga untuk berkonsultasi secara gratis dengan membuat janji terlebih dahulu sehingga bahwa waktu konsultasi dijadwalkan. Selain itu, di Kementerian Luar Negeri juga terdapat Direktorat Amerika dan Eropa, serta Asia dan Afrika yang terhubung dengan KBRI di berbagai negara. Tak jarang berbagai macam fasilitas pameran perdagangan luar negeri berupa booth dan business matching disediakan bagi para pengusaha, termasuk para pelaku UMKM.

Untuk kegiatan business matching yang mempertemukan pembeli dan penjual dalam satu kegiatan, biasanya pada pameran atau saat misi dagang ke negara tertentu, tugas Pemerintah adalah mempertemukan pengusaha dan pengusaha Indonesia di negara tempat kegiatan tersebut berlangsung sesuai produknya. dimiliki oleh eksportir dan yang dicari importir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *