Traveling Seru
Kegiatan Asik Mengenal Sejarah di Museum Konferensi Asia Afrika Bandung

Kegiatan Asik Mengenal Sejarah di Museum Konferensi Asia Afrika Bandung

www.foryoutour.co.id – Salah satu museum di Bandung yang sangat populer adalah Museum Konferensi Asia Afrika. Tempat ini sudah ada kurang lebih 40 tahun dan akan berjalan selama 41 tahun pada 24 April 2021. Di bawah naungan Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Museum KAA didirikan pada Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja sebagai Menteri Luar Negeri dan pelantikan Presiden Republik Indonesia Soeharto bertepatan dengan puncak peringatan 25 tahun KAA pada 24 April 1980 silam.

????????????????????????????????????

Prof. Mochtar Kusumaatmadja menyatakan alasan didirikannya Museum KAA karena banyak kepala negara Asia Afrika yang ingin melihat dan mengunjungi tempat lahirnya deklarasi Bandung. Karena hal tersebut merupakan Dasa Sila yang juga merupakan bukti nyata sejarah kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia Afrika. Dengan konsep bangunan Art Deco, Anda akan menemukan bangunan marmer super mengkilap dari Italia disertai dengan kayu Cikenhout. Penerangan tambahan lampu kristal bias dengan gemerlap cahaya juga menjadikan museum lebih cantik dan menarik.

1. Dirancang oleh Arsitek Luar Negeri

Museum KAA sendiri merupakan proyek dari PT. Decenta Bandung, dirancang oleh dua arsitek Belanda, Van Galen Last dan C.O. Wolf Schoomaker. Berdekatan dengan gedung pengadilan utama atau Gedung Merdeka, Museum KAA pada masa penjajahan Belanda dikenal sebagai Societeit Concordia. Anda dapat mengunjungi Museum KAA mulai pukul 08.00 hingga 16.00 setiap hari Selasa hingga Kamis, pukul 14.00 hingga 16.00 setiap hari Jumat, pukul 09.00 hingga 16.00 setiap hari Sabtu dan Minggu sedangkan hari Senin dan hari libur nasional tutup.

2. Melihat Gedung Merdeka

Salah satu spot yang menarik untuk Anda kunjungi adalah Gedung Merdeka yang merupakan tempat konferensi delegasi 29 negara untuk mendeklarasikan perdamaian dunia. Ruangan tersebut berisi beberapa kursi berwarna merah dengan sandaran tangan kayu yang pernah ditempati oleh para delegasi, sebuah podium dan panggung yang dipenuhi dengan bendera berbagai negara dari Asia dan Afrika lengkap dengan gong perdamaian Asia Afrika 2015 yang dipajang di sudut kanan panggung. Anda akan merasa seperti berada di dalam ruangan saat KAA 2015 berlangsung.

3. Membaca Buku di Perpustakaan

Lalu apa yang kamu lakukan di Museum KAA? Apakah Anda baru saja menikmati gambaran sejarah saat konferensi berlangsung? Tentu tidak, Anda juga bisa membaca berbagai buku yang tersedia di perpustakaan yang buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 setiap hari Senin hingga Kamis, pukul 14.00 hingga 16.00 setiap hari Jumat, pukul 09.00 hingga 16.00 setiap Sabtu dan Minggu, namun jangan mengunjunginya pada hari libur nasional. . ya, karena perpustakaan tutup pada hari itu.

Program Museum Konferensi Asia Afrika

Jangan lupa juga untuk mengikuti berbagai program Museum KAA seperti Komunitas Sahabat Museum KAA yang resmi berlangsung pada 11 Februari 2011. Mengapa? Karena sejak saat itu Museum KAA dikenal sebagai pionir dalam menerapkan konsep partisipatif masyarakat di Indonesia lho. Selain itu, program Museum KAA yang bisa Anda ikuti yaitu layanan bimbingan dan edukasi berdasarkan konsep partisipasi masyarakat.  Ini semua termasuk layanan menginformasikan sejarah Konferensi Asia Afrika. dijamin kamu tidak akan rugi jika mengunjungi Museum KAA dan mengikuti berbagai program. Selain menambah ilmu terkait Konferensi Asia Afrika, Anda juga bisa menambah teman dan teman melalui komunitas tersebut.

Informasi Umum

Untuk lokasinya sendiri museum ini terletak di Jalan Asia Afrika No. 65, Braga, Kabupaten Sumur Bandung, Bandung. Untuk harga tiket masuk Museum Konferensi Asia Afrika Bandung ini gratis. Namun jika Anda memiliki kepentingan komersial tertentu, seperti berfoto untuk foto prewedding atau sinetron, maka ada biaya yang harus dibayarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *